Blog Tutorial Jaringan Komputer dari Dasar Hingga Ahli

Teori Dasar Jaringan Komputer Nirkabel (Wireless)

Penggunaan wireless dalam sebuah arsitektur jaringan semakin menjadi sebuah pilihan para administraor jaringan, hal ini timbul di karenakan begitu banyaknya faktor-faktor penentu, salah satunya adalah faktor efisiensi. Namun sebelum melangkah terlalu jauh, alangkah baiknya jika kita memahami terlebih dahulu konsep-konsep dan teori-teori wireless

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa 2 buah perangkat jaringan atau lebih akan dikatakan sedang menjalankan jaringan jika ke 2 perangkat tersebut terhubung menggunakan kabel LAN. seiring lajunya perkembangan tekhnologi kini penggunaan LAN sudah mulai digantikan oleh Tekhnologi yang bernama Wireless. Untuk definisi wireless sendiri sebenarnya sudah cukup mudah di mengerti hanya dengan cukup mentranslate kata "Wireless" Ke dalam bahasa Indonesia

Wire = Kabel
Less = Kurang/Sedikit

Dari situ saja seharusnya kita sudah bisa menganalisa, bahwa wireless adalah sebuah tekhnologi yang berfungsi untuk menghubungkan 2 atau lebih perangkat komputer tanpa harus menggunakan Kabel.

Pada awalnya Wireless digunakan hanya untuk cakupan yang kecil, misalnya jaringan dalam kantor, rumah dll. namun kini wireless sudah mampu untuk menghubungkan beberapa perangkat dalam ruang lingkup yang lebih besar dengan menggunakan banyak cara,salah satunya Point To Point (PTP) hal ini sering dimanfaatkan oleh administrator jaringan untuk menghubungkan Jaringan komputer yang berada di sebuah lokasi, dengan jaringan lain yang berada di lokasi lain.

pada penggunan Kabel , sebuah perangkat membutuhkan Kartu LAN (LAN Card) untuk menghubungkan beberapa perangkat, Namun pada Jaringan berbasis Wireless LAN (WLAN) kita membutuhkan Sebuah Wireless Network adapter atau sebuah Kartu wireless yang akan digunakan untuk mengirim dan menerima Signal yang akan diterima atau dikirim dari perangkat lain.


Kelebihan Dan Kekurangan Wireless
Kelebihan Wireless LAN :
  • Mobility : Maksudnya disini, adalah WLAN menyediakan user dengan akses informasi yang real-time, dimana saja dalam suatu organisasi. Hal ini sangat mendukung pada produktivitas dan peningkatan kualitas pelayanan dibandingkan dengan jaringan kabel.
  • Installation Speed and Simplicity : Instalasi sistem WLAN cepat dan sangat mudah, sehingga dapat mengeliminasi kebutuhan penarikan kabel melalui atap atau tembok.
  • Installation Flexibility : Dengan menggunakan Wireless LAN ini, memungkinkan suatu jaringan untuk dapat mencapai tempat-tempat yang tidak dapat dicapai dengan jaringan kabel.
  • Reduced Cost-of-Ownership : Pada sistem Wireless LAN biaya yang digunakan pada awalnya memang cukup mahal, tetapi bila diperhitungkan secara keseluruhan, instalasi dan life-cycle costnya, maka secara signifikan lebih murah, sehingga apabila digunakan dalam lingkungan kerja yang dinamis serta membutuhkan pergerakan dan perubahan yang sering maka keuntungan jangka panjangnya pada suatu Wireless LAN akan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan Wired LAN ( jaringan kabel tradisional ).
  • Scalability : Wireless LAN dapat dikonfigurasikan dalam berbagai macam topologi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan user yang beragam. Konfigurasi dapat dengan mudah diubah mulai dari jaringan peer-to-peer yang sesuai untuk jumlah pengguna yang kecil sampai ke full infrastructure network yang mampu melayani ribuan user dan memungkinkan roaming dalam area yang luas.( Note : search yang di hitamkan ) 
Kekurangan Wireless
  • Memerlukan pengamanan tambahan : Pada sistem Wireless LAN memiliki sistem keamanan yang terbatas ( sampai pada layer 2 ), maka dari itu untuk lebih mengamankan jaringan di belakang WLAN diperlukan pengamanan tambahan.
  • Tingkat Kecepatan : Umumnya WLAN menyediakan data rate hingga 54 Mbps dan 11 Mbps, namun pada kenyataannya transmisi ini dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, sehingga membuat tingkat kecepatan pada WLAN tidak terlalu baik.
  • Topologi ruangan dan cuaca : Pada sistem WLAN ini topologi ruangan, daerah dan cuaca sangat berpengaruh terhadap kualitas sinyal karena pada sistem ini yang digunakan adalah medium radio sehingga akan mengalami delay dari WLAN.
  • Harga WLAN : Harga-harga komponen WLAN saat ini masih cukup tinggi, dan membutuhkan  biaya yang sangat besar serta perencanaan yang tepat dan efisien dalam mengimplementasikan WLAN ini. 
Frekuensi
Untuk saat ini Frekuensi yang dipakai adalah 2,4 Ghz atau 5Ghz yakni frekuensi yang regolong pada ISM (Industri, Scientific, dan Medial). Dalam teknologo WLAN ada dua standar yang digunakan yakni :
  
802.11 standar indoor yang terdiri dari :
  1. 802.11 2,4 Ghz 2 Mbps
  2. 802.11a 5 GHz 54 Mbps
  3. 802.11a 2X 5 GHz 108 Mbps
  4. 802.11b 2,4 GHz 11 Mbps
  5. 802.11g 2.4 GHz 54 Mbps
  6. 802.11n 2,4 GHz 120 Mbps
802.16 satandar outdoor 
salah satunya adalah WiMAX (World Interoperability for Microwave Access) yang sedang digodok penggunaannya di Indonesia.
Tag : Dasar, Teori, Wireless
Comments
0 Comments
0 Komentar untuk "Teori Dasar Jaringan Komputer Nirkabel (Wireless)"

Back To Top